Pengrajin Nyaris 20 Tahun

Pengrajin Nyaris 20 Tahun – Mendekati Hari Raya Idul Fitri pengrajin ketupat di Jalan Palmerah, Jakarta Barat, cuma tersisa satu. Pengrajin ketupat di dekat Pasar Palmerah yang masih tetap bertahan ini bernama Udin dengan sebutan lain Udin Janur.

Waktu diwawancarai, Kamis (14/6/2018), Udin mengakui nyaris 20 th. jadi pengrajin ketupat. Dia punya 5 orang anak, 4 salah satunya telah duduk di bangku sekolah.

” Telah 18 th. saya jualan. Anak 5, cewek seluruhnya. Yang pertama SMA, ke-2 SMP, ketiga SD, ke empat TK. Yang paling akhir belum sekolah, ” kata Udin.

Sehari-harinya, baik waktu Ramadan atau hari umum Udin memanglah mencari rejeki dengan berjualan ketupat. Apabila hari umum, omzet yang dapat dia bisa paling sedikit Rp 200 ribu dengan harga unit Rp 500.

” Apabila hari umum kan ada berlangganan. Ada yang 1 hari ngambil, ada yang dua hari baru ngambil. Sekali ngambil dapat 50 biji, ” papar dia.

Waktu Ramadan, omzet yang dapat diperoleh Udin bertambah mencolok. Andaikan dijumlah, dalam 1 hari Udin dapat mendapatkan Rp 500 ribu.

” Apabila hari umum, 10 biji harga nya Rp 5 ribu. Saat ini 10 biji Rp 10 ribu. Ya, agak naik harga nya apabila Ramadan. Apabila Ramadan gini 1 hari dapat Rp 500 ribu, ” ucap Udin.

Tetapi, andaikan ketimbang omzet yang Udin bisa pada Ramadan th. itu lebih kecil dari Ramadan diawal mulanya. Th. diawal mulanya, pria berumur 45 th. itu dapat mendapatkan omzet Rp 700 ribu.

” Wah turun apabila ketimbang th. tempo hari. Namun ini belum keitung modal. Modal saya Ramadan th. itu Rp 2 juta. Ya, namun alhamdulillah, ketutup modalnya, ” jelas dia.

Udin bersukur dengan berjualan ketupat dia dapat menyekolahkan ke empat anaknya. Pria asal Serang, Banten ini akui tidak hanya berjualan ketupat, dia juga bekerja sebagai pembuat janur.

” Dahulu saya jualan di Kebayoran. Saya juga sambilan dekorasi nikahan sama buat janur, ” papar dia.

Ada satu narasi menarik dari Udin. Diakui dia pernah memenangi lomba bikin ketupat. Hadiahnya berbentuk tv 21 inci.

” Th. 2001 saya menang lomba buat ketupat, bisa TV 21 inci. Saya sejam buat 138 biji, ” narasi Udin.