Liverpool Punya Catatan Jelek Saat Natal

Liverpool Punya Catatan Jelek Saat Natal – Liverpool tetap miliki narasi tidak menyenangkan waktu jadi puncak klassemen pada hari Natal. Akankah kesempatan ini akan berbuntut titel juara untuk Si Merah?

Liverpool sekarang memuncaki klassemen setelah 18 laga berlalu dengan 48 point, unggul empat angka dari Manchester City di tempat ke-2. Mereka bahkan juga tidak pernah kalah serta hanya kebobolan tujuh gol.

Trend positif selama ini bisa disebut telah menumbuhkan keyakinan diri beberapa pemain serta fans untuk dapat mengakhiri musim ini dengan cemerlang. Ditambah lagi, dalam riwayat pertandingan, team yang ada di puncak waktu natal hampir tentu jadi juara.

Tetapi, diantara deretan team itu, ada dua edisi dimana puncak klassemen natal tidak berhasil jadi juara serta Liverpool jadi pelakonnya pada musim 2008/2009 dan 2013/2014. Waktu itu The Reds mesti senang disalip Manchester United serta Manchester City untuk jadi runner-up.

Kami tidak ingin kira sepele masalah itu. Janganlah berfikir saat kami miliki point yang banyak serta mereka miliki point sekitar itu jadi kami akan jadi juara. Bila Anda berfikir semacam itu, jadi semua akan amburadul. Serta masih tetap ada kesempatan karena itu, sebab hidup semacam itu,” tutur Klopp seperti diambil ESPN.

“Kami mesti konsentrasi. Kami semua mesti semacam itu serta janganlah grogi; Saya seringkali dengar jika dalam 10 tahun paling akhir saat Anda memuncaki klassemen waktu natal jadi Anda akan juara, tetapi cuma Liverpool yangh tidak. Wow, Anda taku menjelaskan itu sebab Anda fikir saya tahu,” sambung Klopp.

Liverpool akan melakukan pertandingan berat sekurang-kurangnya sampai awal tahun. Sesudah melayani Newcastle United di Boxing Day, Liverpool kehadiran Arsenal di Anfield pada 30 Januari sebelum tandang ke Etihad Fase menantang City 3 Januari yang akan datang.

Itu semua omong kosong. Memangnya apakah itu? Lantas apakah berarti? Itu team yang berlainan, saatnya ikut berlainan, semua berlainan. Itu tidak menarik benar-benar. Andaikata saja waktu itu Liverpool 2x jadi juara, apa sekarang saya akan katakan. ‘Oh, telah 1/2 musim, Liverpool juara kok.’ Demikian? Tentunya tidak,” demikian ia.